Hari ini tanggal 21 Mei, seperti tahun-tahun sebelumnya diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. Tentu kita semua tahu mengapa tangga tersebut ditetapkan sebagai hari pendidikan nasional. Tanggal 2 Mei adalah tanggal kelahiran Ki Hajar Dewantara, tepatnya tepatnya tanggal 2 Mei 1889. Beliau adalah pendiri Perguruan Taman Siswa. Taman Siswa beliau dirikan pada tanggal 3 Juli 1922 di kota kelahiran beliau yakni Yogyakarta. Atas dasar itulah tanggal kelahiran Ki Hajar Dawantara ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.
Hari Pendidikan Nasional tersebut ditetapkan sejak tahun 1959 pada tahun meninggalnya beliau. Pada tahun yang sama pula beliau dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hajar Dewantara juga merupakan Menteri Pendidikan pertama serta peletak dasar pendidikan nasional pertama di Indonesia
Besarnya jasa dan perjuangan Ki Hajar Dewantara dalam dunia pendidikan tidak diragukan lagi. Namun ada satu fakta sejarah yang sangat jarang diketahui oleh rakyat Indonesia, yakni bahwa Ki Hajar Dewantara dengan Perguruan Taman Siswanya bukalah orang pertama atau pelopor dunia pendidikan di Indonesia. Jauh-jauh hari sebelum Taman Siswa didirikan tanggal 3 Juli 1922 perserikatan Muhammadiyah yang dipelopori oleh Ahmad Dahlan telah mendirikan sekolah. Ahmad Dahlan dkk mendirikan Muhammadiyah pada tanggal 18 November 1912. Muhammadiyah didirikan dengan tujuan pemurnian akidah umat Islam di Indonesia dari tahayuldan bid'ah. Pendidikan, selain untuk mengentaskan kebodohan rakyat Indonesia pada waktu itu oleh Ahmad Dahlan juga digunakan sebagai sarana pencapai tujuan Muhammadiyah
Dalam jangka waktu antara tahun 1913-1918 Ahmad Dahlan telah mendirikan 5 sekolah dasar. Tahun 1919 mendirikan Hooge School Muhammadiyah yang kemudian pada tahun 1921 diganti namanya menjadi Kweek School Muhammadiyah. Sekolah ini pada tahun 1923 dipecah menjadi dua, untuk laki-laki dan perempuan. Pada tahun 1930 namanya diganti menjadi Muallimin dan Muallimat
Mengenai judul dari tulisan ini, penulis tidak bemaksud membandingkan mana yang lebih baik apakah Ki Hajar Dewantara ataukah K. H. Ahmad Dahlan,namun hanya saya gunakan sebatas tagline agar banyak yang tertarik untuk membaca (piss bro). Melalui tulisan ini saya juga ingin sekedar menunjukan bahwasanya banyak tokoh-tokoh Islam yang berjasa bagi Bangsa Indonesia kurang mendapat perhatian dibandingkan tokoh-tokoh yang murni Nasionalis. Sebagai contoh saja K.H. Ahmad Dahlan dengan Muhammadiyahnya dalam dunia pendidikan. Kita tilik saja, hingga sekarang sekolah-sekolah dan universitas muhammadiyah selalu dapat dengan mudah ditemukan dikota-kota diseluruh Indonesia. Bahkan sekolah dan universitas tersebut tak jarang menjadi favorit di kotany.
Sumber:
http://yulian.firdaus.or.id/2005/05/02/hardiknas
http://id.wikipedia.org/wiki/Ki_Hadjar_Dewantara
http://indonesia.ghobro.com/2009/06/peranan-muhammadiyah-dalam-perpolitikan.html
http://tamansiswadiski.wordpress.com/berdirinya-taman-siswa/





bapak, guru bk saya bukan ya?
BalasHapusWww.boltx.heck.in