“Dua orang laki-laki dari umatku datang menghadap Tuhan. Lelaki pertama berkata, Ya Tuhan ambilah hakku darinya!” Kemudian Tuhan meminta agar orang kedua bersedia membayar hak orang pertama”.
“Ya Tuhan tidak ada lagi amalan baikku yang tersisa apalagi harta dunia”, jawab lelaki itu. “Kalau begitu, maka limpahkan dosaku kepadanya”, pinta lelaki pertama.
Setelah itu Rasul saw tidak dapat menyembunyikan ibanya seraya berkata, “Di hari itu semua orang sangat membutuhkan adanya orang lain yang dapat menanggung beban dosanya”. Kemudian Rasul saw melanjutkan ceritanya.
Tuhan berkata kepada laki-laki pertama, “Palingkanlah wajahmu dan arahkan pandanganmu ke surga!”Kemudian dia membalikkan wajahnya ke surga dan dia heran sementara di hadapannya terbentang surga yang luasnya ribuan kali bumi.
“Surga itu adalah untuk setiap orang yang mau membelinya”, jawab Tuhan.
“Siapakah yang dapat membelinya?” lanjut lelaki itu antusias.
“Yan engkau”, jawab Tuhannya
Bagaimana mungkin hamba yang banyak dosa ini mampu membelinya?”, jawab lelaki itu.
“Dengan tidak menuntut hakmu yang ada dipundaknya”, jelas Tuhan.
“Jika demikian, maka aku bersedia memaafkan kesalahannya”, kata lelaki itu.
Setelah itu Tuhan berkata, “Gandenglah tangan saudaramu dan masuklah kalian berdua ke surga”.
Setelah menceritkan kejadian itu Rasul saw menasehati hadirin semua:
“Tingkatkanlah ketakwaan dan perbaikilah hubungan dengan sesama manusia (hablum minan nas)”.
Hikmah :
Marilah kita bersifat pemurah dan saling memaafkan. Baik itu kesalahan dari saudara kita yang dilakukan dengan tidak sengaja ataupun dilakukan dengan sengaja. Baik saudara kita minta maaf atas kesalahannya ataupun saudara kita acuh terhadap kesalahannya terhadap kita. Kisah di atas menceritakan betapa besar pahala bagi orang yang mau memaafkan, selain dapat menghapus dosa juga bisa minjadikan seorang pemaaf masuk surga.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar