Rabu, 12 November 2008

Senyum Rasulullah

Suatu hari Rasulullah saw memandang langit dan kemudian tersenyum. Seorang sahabat yang kebetulan melihat hal tersebut bertanya pada beliau, “Ya Rasul, Baru saja aku melihatmu menatap langit, kemudian engkau tersenyum. Gerangan apa yang terjadi?”

Rasulullah saw menjawab “Baru saja aku melihat dua malaikat turun ke bumi unutk mencatat pahala seorang mukmin yang setiap harinya beribadah dan shalat. Namun tidak seperti biasanya, hari itu malaikat tidak menjumpai orang tersebut di tempat peribadatannya, melainkan si abid (orang yang ahli ibadah) sedang terbaring sakit di pembaringan. Akhirnya kedua malaikat tersebut memutuskan untuk kembali ke langit untuk melapor kepada penguasa langit dan bumi”.

Seperti hari biasa, kami turun ke bumi untuk mencatat pahala hamba-Mu yang shaleh. Namun hari ini kami menjumpainya terbaring sakit di tempat tidurnya. Maka apa yang harus kami lakukan”. Lapor malaikat kepada Tuhannya.

Wahai dua malaikat-Ku! Selagi dia masih terbaring sakit, seperti hari biasanya, tulislah pahala untuknya tanpa dikurangi sedikitpun. Adalah kewajiban-Ku untuk tetap memberi pahala padanya sebelum dia sembuh seperti sedia kala!”


Hikmah :

Betapa Allah sangat menyukai dan memberi perhatian yang besar kepada seseorang yang beribadah secara istiqomah atau konsisten. Kisah tersebut menjelaskan bahwa seorang mukmin yang konsisten dalam beribadahnya, maka apabila suatu saat ia tidak bisa melakukan ibadah seperti biasa karena ada sebuah halangan ia akan tetap mendapat pahala seperti biasa saat ia beribadah.

Seorang mukmin yang dengan konsisten shalat berjamaah di masjid dan apabila suatu waktu ia sakit dan tidak bisa shalat berjamaah di masjid maka selama ia sakit maka ia akan tetap memperoleh pahala sebagaimana ia shalat berjamaah di masjid. Subhanallah!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar